Minggu, 04 Desember 2011

5 pembalap Yang Tewas di sirkuit


Sepanjang sejarah digelarnya balap mobil, baik NASCAR, Formula One, hingga reli Dakkar, telah banyak menelan korban. Dari beberapa peristiwa kecelakaan tersebut, uniknya.com merangkum 5 kecelakaan tragis yang merengut nyawa pembalap kenamaan. Berikut rangkuman tersebut:

1. Mark Donohue (Formula One/ NASCAR)
“Captain Nice” julukan Mark Donohue  yang dikenal pada tahun 1973 dalam dunia balap Can-Am Championship. Mark memenangkan semua seri, kecuali satu seri yang berakhir dengan sebutan seri “The Can-Am Killer”. Donohue meninggal karena pendarahan dalam kecelakaan di Austria, saat mobil yang dikendarainya menghantam pagar pembatas dan kepalanya membentur pos. Sebelumnya, Donohue telah memenangkan balapan di Indianapolis 500 (1972), balapan Riverside (NASCAR) dan kompetisi Penske Racing di balapan Formula One. Donohue juga pernah menjuarai IROC series (sudah tidak digelar lagi), dimana balapan tersebut mempertemukan dua pembalap untuk membuktikan siapa yang terbaik.

Mark Donohue (Formula One/ NASCAR) (sumber: sportscardigest.com,uniknya.com)

2. Gilles Villenueve (Formula One)
Gilles Villenueve merupakan pembalap kebanggan Kanada. Ia mengawali karirnya di Quebec untuk balapan mobil salju sebelum pindah ke Formula Atlantic. Ia memenangkan kejuaraan Formula Atlantic pada 1976 dan ditawari menjadi riders McLaren pada 1977. Pada 1978 ia membela Ferrari dan selama karir singkatnya ia berhasil memenangkan enam seri dan berada di posisi kedua akhir musim. Pada tahun 1982, Villenueve menjalani Grand Prix Belgia di Zolber. Ia memulai balapan dengan mobil lebih lambat. Namun ternyata kendaraannya lepas kendali meluncur ke udara dalam kecepatan 120-140 mil perjam. Mobil yang dikendari terbanting ke trek dan Villenueve terpental. Seteleh kecelakaan tersebut Sirkuit di Kanada yang bernama Ile Notre-Dame Montreal berubah nama menjadi Gilles Villenueve. Bahkan hingga saat ini Gilles dianggap sebagai salah seorang pembalap mobil paling popular dan menawan dalam sejarah.

Gilles Villenueve (Formula One) (sumber: laberezina.com,uniknya.com)

3. Dale Earnhardt (NASCAR)
“Intimidator” adalah salah satu tokoh yang paling popular dalam sejarah NASCAR. Fans sangat menyukai gayanya karena dia akan melakukan apa saja untuk memenangkan perlombaan. Sementara para pesaing mencemooh karena gayanya tersebut. Tidak diragukan lagi, Earnhardt merupakan pemabalap NASCAR paling sukses dengan memenangkan 76 seri balapan dan tujuh kejuaraan salaam era paling kompetitif. Pada tahun 2000, diusianya ke-49, Dale Earnhardt mengatakan akan pensiun saat dia berada di posisi kedua kompetisi. Keputusan tersebut membuat namanya dirancang untuk sebuah piala Winston pada 2001. Tim Dale Earnhardt inc. didampingi dua mobil lainnya, bersama Steve Park dan Dale Earnhardt Jr. yang bergabung dengan Michale Waltrip. Waltrip dan Earnhardt Jr. memimpin Daytona 500 di putaran akhir, dengan Earnhardt sr, di urutan ketiga. Ketika memasuki tikungan ketiga, mbil Earnhardt ditabrak dari belakang. Ketika mobil tidak bisa dikendalikan, tiba-tiba terbalik kembali ke trak dan membanting ke dinding saat kecepatan 160 mil perjam. Kenny Scharder, driver yang menghantam Earnhardt yang terpental meminta bantuan. Sementara Earnhardt yang terbentur dinding pembatas langsung meninggal di tempat.

Dale Earnhardt (NASCAR) (Sumber: blogspot.com,uniknya.com)

 4. Ayrton Senna (Formula One)
Dalam jejak pendapat yang dilakukan pada 2009, dari 271 pembalap F1, kru dan karyawan menyatakan Ayrton Senna adalah pembelap terbesar dalam sejarah F1. Ia juara dunia tiga kali, Senna juga memenangkan Grand Prix Monaco enam kali dan memegang rekor pole position dari 1989 hingga 2006. Persaingannya dengan Alain Prost menjadi cerita menarik selama persaingannya sejak 1988 hingga 1992. Pada musim 1994, Senna memulai lomba kurang meyakinkan, dan hanya berada di posisi kedua klasemen driver dengan 20 poin. Senna memimpin balapan Grand Prix San Marino di Sirkuit Imola yang juga mejadi tempat tewasnya Roland Ratzenberger. Pelinding ban yang terlepas karena menabrak dinding pembatas terpental menghantam helm dan menyebabkan patah tulang tengkorak. Pemerintah Brasil menyatakan hari berkabung saat itu, untuk mengenang pembalap kebanggaanya tersebut. Alain Prost menjadi salah seorang pengusung peti jenazah Senna saat pemakaman bersama lebih dari 3000 warga Brasil saat itu.

Ayrton Senna (Formula One) (Sumber: broadsheet.ie,uniknya.com)

5. Pierre Levegh (83 Spectator LeMans)
Pierre Levegh, pembalap Mercedes-Benz memipin lomba dalam dua jam pertama di Sirkuit Le Mans untuk balapan 24 jam pada 1955. Sebuah mobil yang berjalan lambat telah menghalangi laju Levegh hingga terjadi tabrakan saat kecepapatan melaju hingga 150 mil perjam. Mobil Levegh  yang terpental menambrak gundukan tanah sebelah kiri penonton. Mobil berguling, bagian as roda dan kap terbang menimpa penonton. Tangki bahan bakar pecah dan komponen yang terbuat dari magnesium meledak hingga menyebar ke kerumunan. Selain Levegh, 83 fans tewas dan 120 lainnya luka-luka. Tragedi tersebut dikenal dengan LeMans 1955. Mercedes-Benz sempat mundur dari kompetisi hingga pertengahan 1980-an.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...